Wednesday, December 30, 2009

PeeWee Gaskins dan APWG

PeeWee Gaskins adalah band indie asal Jakarta yang di personeli oleh Dochi (voc/guitar) , Sansan (voc/guitar) , Ayi (bass) , Omo (synth) dan AldyKumis (drum) . Band ini mengusung aliran musik PunkPop yang sering di sebut sebagai band pangeran pensi . Hal itu mungkin di karenakan performa mereka yang sangat atraktif . Band ini mengawali karirnya dengan mengeluarkan mini album yang berjudul "Story Of The Highschool" . Setelah sukses dari album indie , mereka mencoba untuk beralih ke major. Mereka lalu mengeluarkan album "Welcoming To The Sophomore".

Sebagai awal karir di album major, mereka mengelurkan hits pertama yaitu Welcoming To The Sophomore. Pada lagu ini hanya kalangan tertentu saja yang dapat menikmatinya , mungkin itu di karenakan lirik lagu ini yang memang menggunakan bahasa inggris . Selanjutnya pada hits kedua mereka mengluarkan sebuah lagu yang berjudul "Di Balik Hari Esok" . Lagu ini cukup mengundang perhatian masyarakat , khususnya anak muda . Karena memang komposisi lagu tsb yang cenderung mengundang suasana ceria , tema yang diambil pun tidak biasa .

Seiring berjalannya waktu , nama PWG (Sebutan PeeWee Gaskins) mulai memasyarakat. Mereka mulai tampil di berbagai acara musik televisi. Seperti kata pepatah , semakin tinggi pohon tumbuh , semakin kencang pula angin yang akan menggoyahkannya . Ketenaran PWG juga di iringi dengan munculnya kelompok kelompok yang mengaku membenci PWG . Mereka menamai kelompok tersebut dengan sebutan APWG ( Anti PeeWeeGaskins )

Banyak alasan yang membuat APWG sangat membenci PWG . Dari mulai ulah Party Dork ( Fans PWG ) yang mereka bilang sombong , sok gaul dsb , lalu dari gaya personel PWG itu sendiri yang mereka sebut alay , musiknya yang mereka bilang plagiat , sampai gaya hidupnya yang katanya anak PWG itu homo .

Kebencian APWG terhadap PWG tidak hanya sebatas benci semata , namun di luapkan melalui perilaku perilaku yang boleh saya katakan anarki . Hal itu terlihat dari setiap konser PWG , banyak APWG yang datang dalam konser PWG . Pada saat perform , semua APWG mengacungkan jari tengah kepada PWG , tidak hanya itu , mereka terkadang melempari PWG dengan botol air mineral bahkan (katanya) dengan underware .

Kelompok APWG juga membuat berbagai merchandise , seperti stiker APWG , Pin , Kaos dll . Itu pasti menguntungkan kelompok tertentu yang memanfaatkan fenomena HATERS untuk keperluan perdagangan .

Disamping itu fenomena APWG tidak kita sadari telah membumikan nama PWG sebagai band muda yang fenomenal. Hal itu jelas memberikan dampak positif bagi PWG sendiri . Dochi sang vokalis/gitar sekaligus penulis lagu dari PWG mengatakan bahwa Mereka (PWG dan PartyDork) nggak ngerasa terganggu akan munculnya APWG , malah mereka merasa senang akan adanya klub anti PWG di mana mana .

hmm.... that's all what i want to share ... semoga bermanfaat .

orang bodoh vs orang pintar

1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.

9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

11. Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN:

1. Mending jadi orang pinter atau orang bodoh?

2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?

3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?

4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?

KESIMPULAN:

1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

2. Jadilah Orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.

3. Kata kunci nya adalah “resiko” dan “berusaha”, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh

R.I.P The Rev Drummer A7x::














Kabar duka menghampiri grup band Avenged Sevenfold setelah penggebuk drumnya, James Owen Sullivan a.k.a "The Rev", meninggal dunia di usia 28 tahun pada Senin (28/12/2009) waktu setempat.

John Domingo, petugas kepolisian Huntington Beach mengatakan, The Rev meninggal di kediamannya di kawasan California selatan.

Sejauh ini, polisi belum menemukan hal-hal yang tak wajar atas penyebab kematiannya. Meski demikian, pihak terkait masih meneliti penyebab kematian The Rev secara pasti.

Kepergiannya yang tiba-tiba jelas membuat sejumlah rekan dan penggemar terkejut. Pihak manajemen grup band Avenged Sevenfold mengumumkan kabar tersebut melalui situs mereka. "Ini kabar yang sangat menyedihkan dan berat untuk disampaikan bahwa hari ini Jimmy "The Rev" Sullivan telah tiada," tulis manajemen Avenged Sevenfold dalam pernyataan resminya.

"Jimmy tak hanya merupakan salah satu penggebuk drum terbaik di dunia. Lebih dari itu, dia adalah sahabat dan saudara terbaik," tulisnya lagi.

Semasa kariernya bersama Avenged Sevenfold, "The Rev" pernah memberi kontribusi dalam penggarapan single "A Little Piece of Heaven." Selain menjadi pemain drum, ia juga penyanyi latar di grup bentukan tahun 1999 itu. Bahkan, pria yang dikenal badung selama remaja itu sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.

Lahir pada tanggal 9 Februari 1981 sebagai anak tunggal, dia terkenal sebagai bocah nakal sehingga sering dikeluarkan dari sekolah. Kelakuannya saat remaja makin tak terkendali. The Rev sudah tujuh kali masuk penjara karena doyan berkelahi dan doyan mabuk-mabukan.

Namanya kemudian makin dikenal ketika ia bergabung dengan Avenged Sevenfold dan berhasil menuai sukses. Pada ajang MTV Video Music Awards 2006, grup ini berhasil meraih penghargaan untuk Best New Artist.

Di Tanah Air, grup ini punya banyak penggemar. Buktinya, sudah dua kali mereka manggung di Jakarta. Pada Oktober tahun lalu, Avenged Sevenfold tampil di Jakarta. The Rev turut serta dalam konser yang dihajat promotor Java Musikindo itu. (msnbc.com/EH/Kompas)

First First First !